Tuesday, February 13, 2024
Faktor Pembentuk Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan
Menjauhi perilaku Madzmumah dan membiasakan perilaku Mahmudah
Menjauhi perilaku madzmumah dan membiasakan perilaku mahmudah
Deinisi Berani Membela Kebenaran
Berani dalam Islam sering disebut dengan istilah syaja’ah Menurut bahasa syaja’ah berarti berani atau gagah. Sedangkan arti syaja’ah menurut istilah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian untuk membela kebenaran dengan cara yang ksatria dan terpuji. Syaja’ah merupakan suasana bathiniah seseorang yang direalisasikan dalam sikap lahiriah untuk berani mengambil tindakan dengan penuh keyakinan dan siap dengan segala risikonya.
Implementasi Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan
Adapun implementasi dari sikap berani membela kebenaran dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dalam perilaku sebagai berikut: a) Berani menghadapi musuh di medan pertempuran (jihad ii sabiilillah) Dalam konteks ini, keberanian yang nyata adalah keberanian sebagaimana yang dicontohkan oleh generasi pertama umat Islam. Mereka tidak takut menghadapi kematian, tidak terjebak pada hubbu ad-dunya dan lebih mencintai kehidupan akhirat, sehingga ketika datang panggilan jihad, maka mereka akan menyambut dengan semangat yang tinggi.
b) Berani mengatakan kebenaran. Pada tatanan kehidupan saat ini, tidak semua orang berani untuk menyampaikan kebenaran karena khawatir terhadap risiko yang akan ditanggungnya. Lebih banyak orang yang tampil menjadi pengecut, bermain aman dengan menyembunyikan kebenaran yang diketahuinya karena takut menghadapi risiko yang akan ditimbulkannya.
c) Berani menyimpan dan menjaga rahasia. Menjaga rahasia adalah perkara yang sangat penting tetapi sulit untuk dilakukan pada era kemajuan teknologi saat ini. Tidak semua orang mampu menyimpan rahasia yang merupakan amanah yang harus senantiasa dijaga. Dalam hitungan detik, seseorang yang tidak amanah, akan mampu menebar aib dan rahasia orang lain dengan membuat broadcast message melalui media sosial.
d) Memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Seseorang yang memiliki keberanian, haruslah diimbangi dengan daya tahan tubuh yang besar, karena ia akan menghadapi kesulitan, penderitaan dan risiko yang akan terjadi.
e) Mampu mengendalikan hawa nafsu. Rasulullah Saw. telah bersabda bahwa orang yang disebut pemberani, bukanlah orang yang kuat berkelahi, melainkan orang yang mampu mengendalikan nafsunya dengan baik karena menghindari murka dan berharap berkah dari Allah Swt.
f) Berani mengakui kesalahan. Mengakui kesalahan bukanlah persoalan yang mudah. Dibutuhkan keberanian tersendiri agar memiliki jiwa yang besar dan hati yang lapang untuk mengakui kesalahan. Tidak sedikit orang yang memilih untuk mengelak dan mengingkari kesalahan dan justru menimpakan kesalahan tersebut kepada orang lain.
g) Berani objektif menilai diri sendiri. Setiap muslim harus mampu melakukan muhasabah dan introspeksi ke dalam dirinya masing-masing untuk melihat kekurangan dan kelebihan diri sendiri sebelum melihat dan menilai orang lain. Berani bersikap objektif berarti berani jujur terhadap dirinya sendiri.
Monday, December 11, 2023
Menghindari Perbuatan Zina
Menghindari Perbuatan Zina
Cara menghindari zina Dikutip dari “Implementasi Hukum Al-Quran” oleh Mohd Asmadi Yacob, Abd Rahim Mohd Arshad, Abd Rashid Zainal Dalam sebuah hadits, Nabi SAW pernah bersabda tentang cara menghindari zina: Saya.
“Anak-anak muda, siapa yang ingin menikah, hendaklah mereka menikah, karena lebih baik menundukkan pandangan dan lebih menjaga aurat.
Siapapun yang tidak bisa, hendaknya berpuasa, karena puasa itu untuk menahan diri.
Hadits menjelaskan berbagai cara menghindari zina.
Yang pertama adalah mendorong mereka yang mampu untuk menikah, dan yang kedua adalah mendorong mereka yang tidak mampu untuk menikah untuk berpuasa.
Dalam kitab ``Aqida Akhlaq Aliya Madrasah Kelas Menjadi halaut menghindari tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan kesempatan atau peluang terjadinya zina terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan zina; Menjauhi Perbanyak ilmu agama dengan menghadiri berbagai silaturahmi Takrim Membaca Al-Qur'an dan memahami isinya
Semangat Beribadah dengan Meyakini kepada Hari Akhir
Hari Akhir Menurut Al- Qur'an
a. Kiamat Sugra ( Kiamat Kecil )
Peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati antara lain sebagai berikut :
b. Kiamat Kubra (Kiamat Besar )
Tuesday, October 24, 2023
Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi
Rangkuman PAIBP Kelas XII Bab 4 Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi
2. Mencintai musyawarah dalam mengambil keputusan pada segala hal yang terkait dengan kehidupan keluarga dan masyarakat. Seperti memilih lembaga pendidikan yang cocok, memilih tempat kerja, memilih ketua RT, dan lain-lain.
4. Berlapang dada untuk memaafkan semua pihak yang mungkin berlaku tidak wajar sehingga memancing amarah kita.
5. Konsisten terhadap keputusan hasil musyawarah, terutama jika menyangkut kepentingan bersama.
7. Antara musyawarah (syura) dengan demokrasi terdapat titik temu, di mana dalam demokrasi terdapat prinsip syura, yaitu adanya kebebasan berpendapat, keterbukaan, dan kejujuran, sementara demokrasi, menjangkau ruang lingkup yang lebih luas.
8. Terjadi pro dan kontra di kalangan para ulama tentang demokrasi, sebagian menerima dan sebagian menolak.
Penghuni Surga
Penghuni Surga
Pada sebuah kesempatan di masjid Nabawi, ketika para sahabat duduk-duduk bersama Rasulullah Saw., beliau berkata : “akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga”. Ucapan Rasulullah Saw. tersebut tentu saja membuat para sahabat penasaran terhadap sosok tersebut. Apakah dia salah satu sahabat yang paling luar biasa ibadah shalatnya, puasanya? Atau punya amal istimewa seperti apa?. Tak lama kemudian, seorang laki-laki dari golongan sahabat Anshar lewat, tampak jenggotnya basah dengan air wudhu dan tangan kirinya membawa sandal. Para sahabat bertanya-tanya alasan apa yang membuat laki-laki tersebut menjadi penghuni surga. Keesokan harinya, Nabi Saw. berkata lagi: “akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga”. Namun justru yang muncul lagi adalah laki-laki dengan wajah basah wudhu sambil membawa sandal. Tak ada satu pun sahabat yang berani bertanya kepada Rasulullah Saw. Keesokan harinya, Rasulullah Saw. mengatakan hal sama, dan lakilaki itu yang muncul lagi. Para sahabat sangat yakin bahwa sosok lakilaki itulah yang dimaksud oleh Rasulullah Saw. sebagai calon penghuni surga. Namun tidak ada satu pun sahabat yang mengetahui alasan di balik pemberian nikmat surga kepada laki-laki itu. Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti laki-laki itu hingga sampai di rumahnya. Ini didasari rasa ingin tahu tentang keistimewaan yang dimilikinya hingga berstatus sebagai calon penghuni surga. Selama tiga malam menginap di rumah laki-laki tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash mengamati setiap ibadah dan amalan yang dilakukan oleh laki-laki itu.
Abdullah bin Amr tidak menemukan amalan yang istimewa, ibadahnya biasa saja, tidak tahajud pada malam hari, dan tidak puasa sunah. Hanya, Abdullah sering mendengar laki-laki itu berzikir dan bertakbir setiap terbangun dari tidur, dan laki-laki itu baru bangun untuk shalat subuh. Abdullah bin Amr juga tak pernah mendengar kecuali ucapan yang baik. Tiga hari berlalu, Abdullah bin Amr berkata: “apakah sebenarnya amal ibadahmu hingga engkau mendapat nikmat sebagai calon penghuni surga seperti yang dikatakan Rasulullah Saw.?”. Laki-laki itu menjawab sambil tersenyum: “Aku tidak memiliki amalan, kecuali yang engkau lihat selama tiga hari.” Jawaban ini tidak memuaskan Abdullah bin Amr bin Ash. Namun ketika Abdullah bin Amr bin Ash melangkah untuk meninggalkan rumahnya, laki-laki tersebut berkata: ”benar, amalanku seperti yang engkau lihat. Hanya saja aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Mendengar perkataan tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash tercengang dan takjub kepadanya. Ia yakin sifat tak pernah iri, dengki, dan hasad inilah yang menjadikan laki-laki itu menjadi calon penghuni surga.
Wednesday, October 18, 2023
Manfaat Berpikir Kritis
Adapun manfaat berfikir kritis di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Dapat menangkap makna dan hikmah di balik semua ciptaan Allah Swt.
2. Dapat mengoptimalkan pemanfaatan alam untuk kepentingan umat manusia.
3. Dapat mengambil inspirasi dari semua ciptaan Allah Swt. dalam mengembangkan IPTEK.
4. Menemukan jawaban dari misteri penciptaan alam (melalui penelitian).
5. Mengantisipasi terjadinya bahaya, dengan memahami gejala dan fenomena alam.
6. Semakin bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah akal dan fasilitas lain, baik yang berada di dalam tubuh kita maupun yang ada di alam semesta.
7. Semakin bertambah keyakinan tentang adanya hari pembalasan.
8. Semakin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner.
BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN (FASTABIQUL KHAIRAT)
A. PENGERTIAN BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN *Fastabiqul Khairat* berasal dari bahasa Arab: `فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ` = "Maka ber...
-
Hormat dan Patuhi Orang Tua dan Guru 1. Hormat dan Patuhi Orang Tua Hormat dan patuh kepada orang tua adalah kewajiban setiap anak. Dal...
-
Setiap manusia dalam kehidupannya senantiasa akan membutuhkan ketenangan, kenyamanan, dan penuh dengan perdamaian. Ketiga hal ...
-
A. PENGERTIAN BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN *Fastabiqul Khairat* berasal dari bahasa Arab: `فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ` = "Maka ber...

