Tuesday, February 13, 2024

Faktor Pembentuk Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan

 Faktor Pembentuk Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan 


Berikut ini merupakan faktor pembentuk sikap syaja’ah pada diri seorang muslim yaitu: 

1) Takut kepada Allah Swt. Keyakinan seseorang, bahwa setiap yang dilakukannya adalah dalam rangka menjalankan perintah Allah Swt. niscaya tidak akan pernah muncul rasa takut terhadap apa pun, kecuali hanya takut kepada Allah Swt. 
2) Mencintai kehidupan akhirat. Dunia bukanlah tujuan akhir dari seorang mukmin, melainkan sebuah wasilah dan jembatan antara menuju kehidupan akhirat. Sehingga tidak ada ketakutan bagi seorang muslim untuk kehilangan kehidupan dunia, asalkan ia tidak kehilangan kebahagiaan hidup di akhirat. 
3) Tidak takut menghadapi kematian. Kematian adalah sebuah keniscayaan, karena semua makhluk hidup pasti akan mati. Jika ajal sudah datang, maka tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menghalanginya. 
4) Tidak ragu-ragu dengan kebenaran. Seorang muslim yang memiliki keyakinan terhadap kebenaran dan keadilan, akan siap sedia menghadapi risiko apa pun yang mungkin timbul. 
5) Tidak materialistis. Dalam berjuang, ketersediaan materi memang mutlak diperlukan, namun bukan berarti segala-galanya harus dikalkulasi secara materil. 
6) Berserah diri dan yakin akan pertolongan Allah Swt. Orang yang memiliki keberanian untuk berjuang di jalan Allah Swt. tidak akan pernah merasa takut, karena ia akan senantiasa melakukan upayanya selayaknya prosedur yang diajarkan agama yaitu berusaha dengan keras, diimbangi dengan doa, dan selebihnya tawakal dan berserah diri dengan segala ketetapan Allah Swt.
7) Kristalisasi Pendidikan karakter dari keluarga, masyarakat dan sekolah Membentuk sikap syaja’ah memerlukan waktu yang panjang dan peran dari berbagai stake holder terutama catur pusat pendidikan yang terkait yaitu: a. Campur tangan utama dari pola asuh dan pola didik  dalam keluarga 
b. Faktor habituasi dan adat istiadat di masyarakat 
c. Program-program penguatan karakter yang dilakukan di sekolah d. Kajian dan penguatan di majelis-majelis taklim Semuanya harus berjalan secara sinergis dan bertujuan yang sama untuk membentuk karakter seseorang memiliki jiwa yang pemberani, tidak pengecut, tidak lemah namun tetap berlandaskan pada norma dan kaidah agama.

sumber :



Menjauhi perilaku Madzmumah dan membiasakan perilaku Mahmudah

Menjauhi perilaku madzmumah dan membiasakan perilaku mahmudah


Deinisi Berani Membela Kebenaran 

Berani dalam Islam sering disebut dengan istilah syaja’ah  Menurut bahasa syaja’ah berarti berani atau gagah. Sedangkan arti syaja’ah menurut istilah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian untuk membela kebenaran dengan cara yang ksatria dan terpuji. Syaja’ah merupakan suasana bathiniah seseorang yang direalisasikan dalam sikap lahiriah untuk berani mengambil tindakan dengan penuh keyakinan dan siap dengan segala risikonya.

Implementasi Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan 

Adapun implementasi dari sikap berani membela kebenaran dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dalam perilaku sebagai berikut: a) Berani menghadapi musuh di medan pertempuran (jihad ii sabiilillah) Dalam konteks ini, keberanian yang nyata adalah keberanian sebagaimana yang dicontohkan oleh generasi pertama umat Islam. Mereka tidak takut menghadapi kematian, tidak terjebak pada hubbu ad-dunya dan lebih mencintai kehidupan akhirat, sehingga ketika datang panggilan jihad, maka mereka akan menyambut dengan semangat yang tinggi. 

b) Berani mengatakan kebenaran. Pada tatanan kehidupan saat ini, tidak semua orang berani untuk menyampaikan kebenaran karena khawatir terhadap risiko yang akan ditanggungnya. Lebih banyak orang yang tampil menjadi pengecut, bermain aman dengan menyembunyikan kebenaran yang diketahuinya karena takut menghadapi risiko yang akan ditimbulkannya. 

c) Berani menyimpan dan menjaga rahasia. Menjaga rahasia adalah perkara yang sangat penting tetapi sulit untuk dilakukan pada era kemajuan teknologi saat ini. Tidak semua orang mampu menyimpan rahasia yang merupakan amanah yang harus senantiasa dijaga. Dalam hitungan detik, seseorang yang tidak amanah, akan mampu menebar aib dan rahasia orang lain dengan membuat broadcast message melalui media sosial.

d) Memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Seseorang yang memiliki keberanian, haruslah diimbangi dengan daya tahan tubuh yang besar, karena ia akan menghadapi kesulitan, penderitaan dan risiko yang akan terjadi. 

e) Mampu mengendalikan hawa nafsu. Rasulullah Saw. telah bersabda bahwa orang yang disebut pemberani, bukanlah orang yang kuat berkelahi, melainkan orang yang mampu mengendalikan nafsunya dengan baik karena menghindari murka dan berharap berkah dari Allah Swt. 

f) Berani mengakui kesalahan. Mengakui kesalahan bukanlah persoalan yang mudah. Dibutuhkan keberanian tersendiri agar memiliki jiwa yang besar dan hati yang lapang untuk mengakui kesalahan. Tidak sedikit orang yang memilih untuk mengelak dan mengingkari kesalahan dan justru menimpakan kesalahan tersebut kepada orang lain.

g) Berani objektif menilai diri sendiri. Setiap muslim harus mampu melakukan muhasabah dan introspeksi ke dalam dirinya masing-masing untuk melihat kekurangan dan kelebihan diri sendiri sebelum melihat dan menilai orang lain. Berani bersikap objektif berarti berani jujur terhadap dirinya sendiri. 

Monday, December 11, 2023

Menghindari Perbuatan Zina

 Menghindari Perbuatan Zina


Cara menghindari zina Dikutip dari “Implementasi Hukum Al-Quran” oleh Mohd Asmadi Yacob, Abd Rahim Mohd Arshad, Abd Rashid Zainal Dalam sebuah hadits, Nabi SAW pernah bersabda tentang cara menghindari zina: Saya.

 “Anak-anak muda, siapa yang ingin menikah, hendaklah mereka menikah, karena lebih baik menundukkan pandangan dan lebih menjaga aurat.

 Siapapun yang tidak bisa, hendaknya berpuasa, karena puasa itu untuk menahan diri.

 Hadits menjelaskan berbagai cara menghindari zina.

 Yang pertama adalah mendorong mereka yang mampu untuk menikah, dan yang kedua adalah mendorong mereka yang tidak mampu untuk menikah untuk berpuasa.

 Dalam kitab ``Aqida Akhlaq Aliya Madrasah  Kelas Menjadi halaut  menghindari  tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan kesempatan atau peluang terjadinya zina terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan zina; Menjauhi Perbanyak ilmu  agama dengan menghadiri berbagai silaturahmi Takrim Membaca Al-Qur'an dan memahami isinya 


Semangat Beribadah dengan Meyakini kepada Hari Akhir

 

Hari Akhir Menurut Al- Qur'an




Hari Akhir atau Hari Kiamat menurut Al- Qur'an dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

a. Kiamat Sugra ( Kiamat Kecil )

Kiamat Sugra adalah peristiwa datangnya kematian bagi semua makhluk termasuk manusia yang bersifat lokal dan individu.

Peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati antara lain sebagai berikut :

1. Fitnah Kubur, yaitu beragam pertanyaan yang diajukan kepada orang yang meninggal tentang Tuhannya, agamanya, nabinya, imannya dan kiblatnya.

2. Siksa dan nikmat kubur : siksa kubur diperuntukkan bagi orang yang zalim, munafik, kafir, dan musyrik.

b. Kiamat Kubra (Kiamat Besar )

Peristiwa berakhirnya seluruh kehidupan makhluk dan hancur leburnya alam semesta secara total dan serentak.

Tuesday, October 24, 2023

Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi

Rangkuman PAIBP Kelas XII Bab 4 Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi 



1. Kandungan Q.S.Ali-Imran/3:159 dan H.R. At-Tirmidzi menjelaskan bahwa musyawarah termasuk salah satu sifat orang yang beriman. Hal ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim terutama dalam hal-hal yang penting.

2. Mencintai musyawarah dalam mengambil keputusan pada segala hal yang terkait dengan kehidupan keluarga dan masyarakat. Seperti memilih lembaga pendidikan yang cocok, memilih tempat kerja, memilih ketua RT, dan lain-lain. 

3. Bersikap lemah lembut dalam bermusyawarah, baik ketika menyampaikan pendapat maupun menanggapi pendapat orang lain. 

4. Berlapang dada untuk memaafkan semua pihak yang mungkin berlaku tidak wajar sehingga memancing amarah kita.

5. Konsisten terhadap keputusan hasil musyawarah, terutama jika menyangkut kepentingan bersama.

6. Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh sikap tawakal kepada Allah Swt., sehingga terhindar dari segala sikap buruk sangka apabila ternyata keputusan musyawarah tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

7. Antara musyawarah (syura) dengan demokrasi terdapat titik temu, di mana dalam demokrasi terdapat prinsip syura, yaitu adanya kebebasan berpendapat, keterbukaan, dan kejujuran, sementara demokrasi, menjangkau ruang lingkup yang lebih luas.

8. Terjadi pro dan kontra di kalangan para ulama tentang demokrasi, sebagian menerima dan sebagian menolak.

Penghuni Surga

 Penghuni Surga 

Pada sebuah kesempatan di masjid Nabawi, ketika para sahabat duduk-duduk bersama Rasulullah Saw., beliau berkata : “akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga”. Ucapan Rasulullah Saw. tersebut tentu saja membuat para sahabat penasaran terhadap sosok tersebut. Apakah dia salah satu sahabat yang paling luar biasa ibadah shalatnya, puasanya? Atau punya amal istimewa seperti apa?. Tak lama kemudian, seorang laki-laki dari golongan sahabat Anshar lewat, tampak jenggotnya basah dengan air wudhu dan tangan kirinya membawa sandal. Para sahabat bertanya-tanya alasan apa yang membuat laki-laki tersebut menjadi penghuni surga. Keesokan harinya, Nabi Saw. berkata lagi: “akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga”. Namun justru yang muncul lagi adalah laki-laki dengan wajah basah wudhu sambil membawa sandal. Tak ada satu pun sahabat yang berani bertanya kepada Rasulullah Saw. Keesokan harinya, Rasulullah Saw. mengatakan hal sama, dan lakilaki itu yang muncul lagi. Para sahabat sangat yakin bahwa sosok lakilaki itulah yang dimaksud oleh Rasulullah Saw. sebagai calon penghuni surga. Namun tidak ada satu pun sahabat yang mengetahui alasan di balik pemberian nikmat surga kepada laki-laki itu. Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti laki-laki itu hingga sampai di rumahnya. Ini didasari rasa ingin tahu tentang keistimewaan yang dimilikinya hingga berstatus sebagai calon penghuni surga. Selama tiga malam menginap di rumah laki-laki tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash mengamati setiap ibadah dan amalan yang dilakukan oleh laki-laki itu. 

Abdullah bin Amr tidak menemukan amalan yang istimewa, ibadahnya biasa saja, tidak tahajud pada malam hari, dan tidak puasa sunah. Hanya, Abdullah sering mendengar laki-laki itu berzikir dan bertakbir setiap terbangun dari tidur, dan laki-laki itu baru bangun untuk shalat subuh. Abdullah bin Amr juga tak pernah mendengar kecuali ucapan yang baik. Tiga hari berlalu, Abdullah bin Amr berkata: “apakah sebenarnya amal ibadahmu hingga engkau mendapat nikmat sebagai calon penghuni surga seperti yang dikatakan Rasulullah Saw.?”. Laki-laki itu menjawab sambil tersenyum: “Aku tidak memiliki amalan, kecuali yang engkau lihat selama tiga hari.” Jawaban ini tidak memuaskan Abdullah bin Amr bin Ash. Namun ketika Abdullah bin Amr bin Ash melangkah untuk meninggalkan rumahnya, laki-laki tersebut berkata: ”benar, amalanku seperti yang engkau lihat. Hanya saja aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Mendengar perkataan tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash tercengang dan takjub kepadanya. Ia yakin sifat tak pernah iri, dengki, dan hasad inilah yang menjadikan laki-laki itu menjadi calon penghuni surga. 


Wednesday, October 18, 2023

Manfaat Berpikir Kritis


 Adapun manfaat berfikir kritis di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Dapat menangkap makna dan hikmah di balik semua ciptaan Allah Swt. 

2. Dapat mengoptimalkan pemanfaatan alam untuk kepentingan umat manusia. 

3. Dapat mengambil inspirasi dari semua ciptaan Allah Swt. dalam mengembangkan IPTEK. 

4. Menemukan jawaban dari misteri penciptaan alam (melalui penelitian).

5. Mengantisipasi terjadinya bahaya, dengan memahami gejala dan fenomena alam. 

6. Semakin bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah akal dan fasilitas lain, baik yang berada di dalam tubuh kita maupun yang ada di alam semesta. 

7. Semakin bertambah keyakinan tentang adanya hari pembalasan. 

8. Semakin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner. 

9. Semakin bersemangat dalam mengumpulkkan bekal untuk kehidupan di akhirat dengan meningkatkan amal saleh dan menekan/meninggalkan kemaksiatan. 


BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN (FASTABIQUL KHAIRAT)

  A. PENGERTIAN BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN *Fastabiqul Khairat* berasal dari bahasa Arab:   `فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ` = "Maka ber...